Kamu Pasti Bau!

Tahun 2004 adalah tahun pertamaku di SMP. Aku, gadis Malang yang menjadikan Bahasa Jawa sebagai bahasa keduaku harus terbiasa untuk tidak sering menggunakannya karena sejak tahun tersebut, aku pindah ke lingkungan baru. Sumbawa Besar, akan menjadi destinasi kehidupanku selanjutnya.

Disana, aku merasakan perbedaan. Sudah pasti, kehidupanku di Malang berbeda dengan di pulau yang katanya punya adat sama dengan Makassar. Lalu, kebingunganku muncul ketika teman-temanku meneriakkan dukungan pada Galih yang sedang mengerjakan ujian Komputer.

“Kamu pasti bau!”

Aku mengernyitkan kening. Bagaimana bisa mereka menyemangati dengan kalimat demikian? Bukankah itu ejekan? Lantas, mengapa Galih terlihat bersemangat? Tak ingin menyimpan tanya, aku bertanya pada Nanda.

Dengan tawa renyah, Nanda menjawab. “Bau artinya bisa.”

Tak butuh penjelasan lanjut, aku mengangguk paham.

“Galih! Kamu pasti bau!” seruku, yang disambut tawa teman sekelas karena pronunciation ku yang tak sesempurna mereka.

2 thoughts on “Kamu Pasti Bau!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s